Informasi

Workshop GAP Assessment STELINA dengan Standar Global

Workshop GAP Assessment STELINA dengan Standar Global

Jakarta, 12 – 13 Agustus 2025 - Direktorat Logistik, Ditjen PDSPKP, Kementerian Kelautan dan Perikanan melaksanakan Workshop GAP Assessment STELINA dengan Standar Global di Gedung Mina Bahari 2 KKP.
 

Workshop dibuka oleh Direktur Logistik serta dihadiri 35 orang peserta dari perwakilan Pusdatin, Dit. Usaha Penangkapan Ikan DJPT, Tim Kerja lingkup Dit. Logistik, asosiasi dan mitra (AP2HI, Tuna Consortium, MDPI), penyedia provider seafood traceability, serta hadir pula secara virtual Executive Director of Global Dialogue on Seafood Traceability (GDST), Mr. Huw Thomas dan Mr. Philips dari Institute of Food Technologist, USA (IFT).


Workshop ini bertujuan untuk transfer pengetahuan aplikasi STELINA, berbagi informasi standar sistem elektronik dan interoperabilitas, standar keamanan dan standar publikasi data di KKP, mempelajari penerapan standar GDST dan teknik lolos capability test, mengidentifikasi gap STELINA dengan standar GDST, dan menyusun rencana aksi.


Beberapa hasil dari rangkaian workshop yang dilaksanakan selama dua hari adalah

  1. Developer STELINA memberikan transfer knowledge proses bisnis STELINA mencakup tahapan registrasi pelaku usaha dengan validasi NIB melalui OSS, pengisian data keterterlusuran, serta interoperabilitas dengan berbagai sistem lain (e-PIT, SIPCS, SKP, Trace Tales). 
  2. AP2HI yang menaungi 63 industri perikanan di sentra tuna memberikan sharing knowledge tentang sistem ketertelusuran digital yang telah dikembangkan seperti portal AP2HI, e-Bongkar, Blue Catch, dan sistem MSC. Adanya sistem ketertelusuran digital di AP2HI dapat memperkuat transparansi data dan memenuhi standar pasar global bagi member.
  3. GDST dibentuk pada 2017 bertujuan mengatasi isu utama industri perikanan seperti overfishing, seafood fraud, IUU fishing, dan perbudakan dalam rantai pasok, dengan tantangan terbesar berupa data yang terfragmentasi, berbeda format, dan jarang dibagikan. GDST mengusung konsep Critical Tracking Events (CTEs) sebagai titik kritis pengumpulan data, Key Data Elements (KDEs) sebagai informasi wajib di setiap CTEs, serta standarisasi format data, protokol komunikasi (EPCIS + JSON), dan nomenklatur untuk menjamin interoperabilitas. GDST menyediakan capability test dan completeness tool gratis, serta rencana pengembangan standar lintas komoditas pada Juni 2026. Untuk mendukung implementasi di STELINA, GDST berencana melakukan gap analysis kesiapan sistem, penyusunan timeline agar lulus capability test sebelum Oktober 2025, penyediaan dokumen sosialisasi dan pelatihan standar GDST, serta kunjungan tim GDST ke Indonesia pada 2026 untuk pendampingan teknis.
  4. Developer e-Bongkar menyampaikan tahapan untuk dapat lulus uji awal (first mile) capability test GDST. Sistem ini berfokus pada proses landing/unloading dalam rantai pasok perikanan. Untuk lolos uji awal GDST, sistem e-Bongkar harus menyediakan format data sesuai KDE dan CTE lengkap, serta mampu melakukan pertukaran data API JSON secara send, response, dan write. Pada uji awal, e-Bongkar menggunakan dummy data sesuai format GDST untuk setiap tahapan rantai pasok. 
  5. Sharing informasi dari Developer Blue Catch, untuk capability test dapat menyediakan data tahapan rantai pasok yang dikerjakan. Setelah lulus tahap awal ini, proses dilanjutkan ke complete mile GDST melalui wawancara daring. Format data yang sesuai GDST dan kelengkapan KDE serta CTE adalah kunci utama lolos capability test sehingga harus dipastikan STELINA dapat melengkapi KDE serta CTE dan format sesuai GDST sebelum melakukan capability test;
  6. Selanjutnya akan dilakukan pertemhan intensif untuk membahas integrasi GDST secara detil. Kolaborasi teknis dan pengujian sistem menjadi prioritas, termasuk rencana integrasi data nelayan kecil dari e-BKP NK melalui aplikasi SIPALKA (Direktorat Kapal dan Alat Penangkapan Ikan) agar informasi yang tersedia di STELINA lebih lengkap dan terverifikasi.


Workshop ini juga merupakan bagian dari Upaya dan komitmen KKP untuk menjamin legalitas dan ketertelusuran produk perikanan di Indonesia, sekaligus memperkuat sistem logistik perikanan nasional yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. 


#STELINA #LogistikIkanNasional #KetertelusuranIkan #DitjenPDSPKP #KKPIndonesia #LogistikPerikanan #DigitalisasiPerikanan #BimtekSTELINA #PelakuUsahaPerikanan #TransformasiDigitalKKP

Nikmati berbagai manfaat luar biasa bersama STELINA

STELINA memberikan solusi lengkap untuk pencatatan data dan ketertelusuran, mulai dari asal usul bahan baku, inventori, proses produksi, hingga penjualan ke pasar domestik dan ekspor. Dapatkan kemudahan dalam mengelola bisnis perikanan Anda dan tingkatkan efisiensi di setiap langkahnya.
x

Admin Stelina